Kemesraan (Arsene Wenger) Ini Janganlah Cepat Berlalu

0
111

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini ingin ku kenang selalu
Hatiku damai jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai jiwaku tentram bersamamu,

Kalimat di atas adalah cuplikan lagu yang dipopulerkan oleh Iwan Fals dkk. pada tahun 80-an. Lagu tersebut sepertinya sangat cocok sebagai persembahan untuk Arsene Wenger. Dia adalah pelatih yang telah mengukir sejarah panjang bersama Arsenal penuh dengan kemesraan, yang terbangun melalui tahap kesedihan dan kebahagiaan. Semua itu kini telah bercampur aduk menjadi satu sehingga melahirkan arti mesra yang sesungguhnya. Nikmatilah!

Wenger pertama kali menginjakkan kakinya di markas Arsenal pada tahun 1996. Kala itu tak ada orang yang menganggap pria bertubuh ceking itu sebagai pelatih hebat. Kaca mata bulat yang kerap menempel di kedua matanya justru menimbulkan kesan bahwa Wenger adalah pelatih yang mudah untuk diremehkan. Ia lebih terlihat lucu daripada berwajah sangar.

Namun semua anggapan itu kemudian salah besar. Justru Wenger adalah pemimpin revolusi besar di Arsenal. Setelah ia datang, Wenger banyak melakukan perubahan radikal. Ia memulai dengan mengubah gaya hidup pemain Arsenal, termasuk melarang pemainnya makan makanan populer di Inggris, fish and chips.

Ada yang mengatakan gaya diet pemain Arsenal di bawah asuhan Wenger ini lebih mirip ala pendidikan militer. Pemain yang kecanduan alkohol seperti Tony Adams pun sampai bisa berhenti berkat arahan dari Wenger.

Wenger bukan hanya membawa perubahan kebiasaan pemain di luar lapangan. Wajah Arsenal ketika bertarung di atas lapangan pun, mula-mula berubah drastis. Adalah Wenger yang membuat Arsenal bisa bermain cantik seperti sekarang, bermain dengan umpan-umpan pendek yang dipadukan dengan kecepatan.

Jangan lantas membandingkan Arsenal dengan Manchester City sekarang di tangan Josep Guardiola. Pada tahun 90-an, sepakbola Inggris masih mengandalkan pendekatan kick and rush. Estetika dalam bermain sepakbola di Inggris kala itu belum menjadi perhatian. Dan waktu itu, Wenger dengan wajah kalemnya, membawa perubahan yang signifikan. Bukan hanya untuk Arsenal, tapi juga pada wajah sepakbola Inggris secara keseluruhan.

Tapi main indah tanpa kemenangan buat apa. Wenger terbukti mampu memenuhi tuntutan meraih kemenangan, sekaligus dengan permainan indah. Tak butuh lama bagi Wenger mempersembahkan gelar untuk pendukung The Gunners yang sempat meragukannya. Hanya berselang setahun, Wenger sudah mampu mempersembahkan gelar Premier League, mengusik dominasi Manchester United di Inggris kala itu.

Sekarang jika semua gelar yang telah diraih Wenger di Arsenal dikumpulkan, lemari besar di rumah oknum-oknum yang mencibir Wenger mungkin tidak akan muat. Pasalnya, tidak kurang dari 20 gelar pernah diraih Wenger dari berbagai kompetisi di antaranya tiga gelar Premier League, tujuh Piala FA dan tujuh gelar Community Shield.

Kedekatan Arsenal dengan Wenger

Wenger bukan hanya sukses memberikan gelar selama bekerja di Arsenal lebih dari 20 tahun. Pelatih yang pernah menangani AS Monaco ini juga sukses membangun Arsenal di berbagai lini termasuk bidang ekonomi dan infrastruktur. Itulah kenapa Arsenal dan Wenger sangat sulit dipisahkan.

Akhir musim 2016/2017 lalu, kontrak Wenger di Arsenal sebenarnya sudah berakhir. Kemudian ia mendapat kontrak baru hingga 2019 mendatang.

Keputusan petinggi Arsenal tersebut sungguh mengejutkan bagi sebagian pendukung yang ingin ‘Wenger Out’. Pelatih yang sekarang sudah berusia 67 tahun ini dinilai sudah tak mampu membawa Arsenal kembali pada puncak kejayaan. Barangkali konsep Wenger untuk Arsenal dianggap sudah usang. Mereka punya kehendak agar Wenger hengkang dan menggantinya dengan pelatih yang lebih muda.

Tapi di sisi lain, Wenger sudah punya jasa besar membantu Arsenal di berbagai bidang termasuk menjaga kestabilan keuangan. Sebagai bukti, meskipun Arsenal bukan klub juara musim lalu, tapi Arsenal adalah klub kedua paling banyak mendulang pendapatan di Inggris setelah Chelsea. Pendapatan Arsenal 31 juta euro lebih banyak dari Manchester United yang musim lalu menjuarai Liga Europa dan Piala Liga. Apalagi dengan Liverpool, pendapatan Arsenal jauh lebih baik.

Jika ditarik lebih ke belakang lagi, stadion bintang lima milik Arsenal sekarang ini tak lepas dari campur tangan Wenger. Untuk membangun stadion dengan kapasitas 60 ribu penonton tersebut, Arsenal membutuhkan dana besar. Hal itu memaksa Wenger berhemat dalam belanja pemain tapi di sisi lain Arsenal juga dituntut tetap mampu bersaing di papan atas. Dan itu, ia laksanakan dengan baik. Maka ini semua membantu Arsenal melunasi utang-utang biaya untuk pembangunan stadion tersebut.

Maka tidak layak rasanya jika petinggi klub kemudian memutuskan kontrak Wenger di tengah jalan. Rasanya Wenger akan tetap berada di Arsenal sampai kontraknya habis, kecuali pelatih sendiri ingin mengundurkan diri.

Apalagi dalam kontrak Wenger saat ini juga tak terdapat klausul pemecatan. Oleh sebab itu, sulit bagi Arsenal berpisah dengan Wenger.

Menikmati Kemesraan bersama Wenger

Wenger kembali mendapat tekanan dari pendukung Arsenal sendiri setelah mengalami kekalahan dari Brighton dengan skor 1-2. Sebelumnya, Arsenal sudah mengalami dua kekalahan menghadapi Manchester City dan juga menghadapi tim asal entah dari mana di Liga Europa: Ostersunds FK. Ini merupakan rangkaian kekalahan Arsenal terburuk sejak 2002, empat kali kalah secara beruntun di semua kompetisi.

Wajar apabila pendukung Arsenal kemudian kecewa atas rangkaian hasil ini.

Tapi bagi Wenger ini adalah sebuah tantangan untuk mengembalikan timnya ke jalan yang benar. Meskipun ia menerima berbagai cibiran, hujatan, desakan untuk mundur yang begitu menusuk telinga, tapi Wenger pantang menyerah. Ia adalah orang yang paling paham untuk mengentaskan Arsenal dari krisis mental dan krisis di segala lini seperti sekarang ini.

“Saya mengerti keresahan para suporter. Apakah saya orang yang tepat menangani tim ini? Jawabannya adalah iya,” ucap Wenger setelah kalah dari Brighton.

“Saya sudah pernah mengalami kondisi seperti ini sebelumnya dan bisa melaluinya dengan baik. Saya percaya kualitas manajer ditentukan dengan bagaimana caranya mengatasi krisis, saya percaya bisa melakukan hal itu,” sambung pelatih yang mendapat gelar ‘Profesor’ tersebut.

Tidak salah Wenger berkata seperti itu. Ia bukan orang yang suka GR. Salah satu pemilik Arsenal, Alisher Usmanov, mengatakan bahwa para petinggi klub akan tetap memberikan dukungan pada pelatih asal Prancis tersebut.

“Yang penting adalah ia [Wenger] mendapat dukungan penuh dari dewan direksi dan para pemegang saham mayoritas,” begitu pernyataan dukungan pemilik klub ketika Wenger memperpanjang kontraknya kemarin.

Melihat keeratan petinggi klub dan Wenger, pendukung Arsenal mestinya juga bisa menikmati momen-momen sulit seperti saat ini. Jajaran petinggi klub sudah merasakan betul bahwa Wenger adalah pelatih yang telah banyak membantu demi keberlangsungan klub. Belum tentu Arsenal akan lebih baik jika ditangani pelatih lain.

Daripada mengeluh dan terus mendesak Wenger untuk turun, hal itu bisa membuat Anda pendukung Arsenal tergolong sebagai orang-orang yang tak tahu terima kasih. Dan dalam momen sulit seperti ini, lebih syahdu apabila mempersembahkan lagu kemesraan untuk Wenger– dengan harapan tahun depan bisa juara yang bahagianya tentu akan berlipat ganda setelah berbagai kepedihan.

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini ingin ku kenang selalu
Hatiku damai jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai jiwaku tentram bersamamu, Opa Wenger!

Comments

comments