Formasi 4-2-3-1 Merupakan Formasi Terbaik Saat Ini?

0
849

*artikel ini ditulis oleh Melgibson, bisa dihubungi lewat twitter @50n3 , dan forum IDFL.me dengan username : 50n3 *

Formasi 4-2-3-1 adalah salah satu formasi yang paling umum digunakan dalam tim sepak bola modern saat ini, baik club maupun negara. Formasi ini terdiri dari 4 orang orang Back yang berdiri sejajar, 2 orang Defensive Midfielder, 3 orang Attacking Midfielder dan 1 orang Striker. Formasi ini mungkin bukan hal yang baru di dunia sepak bola modern saat ini dan mungkin digunakan di dalam tim sebelum eranya manusia-manusia super, semacam Cristiano Ronaldo dan Messi. Saat ini, kunci kemenangan sebuah tim bukan dilihat dari seberapa banyak striker yang dimainkan, melainkan seberapa lama bola dalam posesi tim tersebut. Umumnya saat ini, tim yang menguasai lapangan tengah penguasaan bola yang tinggi akan mengendalikan tersebut dan kemungkinan besar akan memenangkannya.

Sebelum populernya formasi masa depan ini, para penggelut dunia sepak bola terpatri dengan formasi 4-2-2 yang memiliki berbagai varian. Salah satu formasi 4-2-2 yang terbaik dimiliki oleh AC Milan (4-4-2 diamond). Perlahan demi perlahan formasi tersebut mulai ditinggalkan oleh para ahli strategi sepak bola. Terbukti hanya segelitir tim yang menggunakan formasi ini di setiap liga, terkecuali di Liga Italia. Di Italia, keragaman formasi sangat terlihat hampir di seluruh club. Juventus mejuarai liga 5 tahun berturut-turut dengan formasi 3-5-2, Napoli menggunakan formasi 4-3-3, Inter Milan masih menganut 4-4-2 beberapa dekade terakhir dan hanya AS Roma yang telah menganut 4-2-3-1 saat ini.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, formasi 4-2-3-1 terfokus kepada lapangan tengah. Dua pemain CDM bertugas jangkar di lapangan yang berfungsi sebagai palang pintu pertama jantung pertahanan tim. Bahkan terkesan tim ini memainkan 6 pemain bertahan dengan kehadiran mereka. Selain sebagai jangkar, terkadang posisi ini juga dihuni oleh mereka para deep-lying playmaker atau dalam istilah sepak bola Italia, regista. Salah satu pemain itu adalah David Silva, yang musim ini mulai mendapat jabatan tersebut setelah Pep Guardiola melatih Manchester City musim ini. Di depan para jangkar itu, ada trio AMF yang mendukung sang penyerang tunggal dengan suplai bola. Penggunaan false nine dalam fomasi ini juga banyak digunakaan saat ini. Inilah yang mengakibatkan gol getter tim sepak bola saat ini bukanlah penyerang, melainkan para gelandang.

Salah satu tim yang mempopulerkan formasi ini adalah Jerman saat ditangani Jurge Klinsmann. Performa yang sangat menawan di Piala Dunia 2006, walaupun hasil yang mengecewakan saat takluk oleh Italia di babak Semi Final. Terlepas dari hasil, anak asuh Klinsmann mengenalkan bahwa 4-2-3-1 merupakan formasi sepak bola modern. Dengan didukung generasi emas yang dipimpin Phillip Lahm, performa apik ditujukan dalam ajang sepak bola sejagat raya ini. Kunci permainan dari formasi 4-2-3-1 adalah keseimbangan antar lini. 3 pemain kunci Germany saat itu adalah Ozil, Khedira, dan Schweinsteiger. Ozil sebagai playmaker bebas sehingga supplai bola terus mengalir dari lapangan tengah ke depan. Khedira dan Bastian fokus menguasai lapangan tengah dengan pergerakan full pressing dan tidak membiarkan permainan berkembang lebih lama. Dengan taktik seperti ini, Germany berhasil ke babak 4 besar tanpa kesulitan. Statistik menunjukan dalam 7 pertandingan, Germany mencetak 14 dan berhasil mengukuhkan sebagai tim pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2006 dengan Top Scorer, Miroslav Klose.

Kisah sukses lainnya dirasakan Bayern Munich dan Real Madrid dengan menggunakan formasi 4-2-3-1. Munich atau yang lebih dikenal Muenchen menjuarai Bundes Liga 5 kali beruntun dan 1 menjuarai UEFA Champions League lima tahun terakhir. Yang lebih impresif adalah penampilan Real Madrid yang menjuarai UEFA Champions League 2 tahun, 2014 dan 2016. Penampilan impresif juga ditampilkan Tottenham Hotspurs musim lalu yang finish di peringkat 2. Di musim ini The Lilywhites hanya kejebolan 3 gol di 7 pertandingan awal musim dan menempati posisi kedua.

Walaupun formasi terbaik diterapkan dalam sebuah kesebelasan, belum menjamin kemenangan di setiap pertandingan. Banyak aspek yang diperhitungkan dalam sebuah pertandingan. Antara lain strategi dan motivasi para pemain, karena sepak bola bukanlah hanya hitungan matematika di atas kertas. Tapi tidak memungkiri pengaplikasian formasi 4-2-3-1 merupakan hasil dari perkembangan persepakbolaan modern.

Comments

comments