Didenda Karena Koreo “Save Rohingya”, Bobotoh Patungan Kumpulkan Dana

0
59

Kelompok suporter Persib Bandung, Bobotoh, menggalang dana untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta yang dijatuhkan Komisi Disiplin kepada Maung Bandung.

Sanksi itu sendiri dijatuhkan Komdis akibat aksi koreografi Bobotoh saat menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/9) lalu. Saat itu Bobotoh menampilkan koreo bertuliskan ‘Save Rohingya’. Menurut Komdis, isinya bermuatan politis.

Padahal menurut pentolan Viking Persib Club (VPC) Yana Umar, aksi itu merupakan bentuk kepedulian terhadap etnis Rohingya dan tidak memiliki unsur politis.

“Tulisan ‘Save Rohingya’ bentuk kemanusiaan. Intinya untuk kemanusiaan (bukan politik),” kata Yana saat ditemui di Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (14/9/2017).

Denda Rp50 juta dari Komdis pun menurutnya terlampau besar. Ia menilai Komdis harusnya melihat hal itu sebagai bentuk kepedulian semata. “(Sanksi) Rp50 juta kemahalan. Karena (aksi) kita (kemarin) ini (demi) kemanusiaan.”

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya pun kini menggalang dana untuk membayar sanksi terhadap Persib. Dia mengajak semua bobotoh untuk menyisihkan uang demi membantu ‘Maung Bandung’ membayar denda.

“Mulai hari ini mulai penggalangan dana. Yang ridho ikhlas nyumbang mangga bisa langsung datang ke Stadion Sidolig,” ucapnya.

“Kalau yang jauh bisa transfer. Kita juga kerja sama dengan lembaga sosial Rumah Zakat. Bisa melalui sharinghappiness.org untuk lebih transparan,” katanya.

Dia menargetkan dana untuk membayar sanski itu bisa terkumpul sebelum jatuhnya tenggat waktu pembayaran denda. “Dua minggu paling lambat (dana terkumpul). Berarti 13 hari sudah ditutup. Kalau ada lebih, (kita sumbangkan) buat Rohingya,” ujarnya.

Comments

comments