Akhir Manis Luis Enrique, Barcelona Raih Copa Del Rey

0
137

Juara bertahan Barcelona melawan Deportivo Alaves dalam partai final Copa del Rey 2016/17 di Vicente Calderon, Minggu (28/5). Barcelona menang 3-1 dan sukses mempertajam rekor mereka di kompetisi ini dengan titel ke-29. Ini adalah persembahan terakhir pelatih Luis Enrique sebelum berpisah dengan Barcelona.

Barcelona memecah kebuntuan melalui gol berkelas Lionel Messi di menit 30. Alaves sempat menyamakan skor lewat tendangan bebas Theo Hernandez pada menit 33. Barcelona memulihkan keunggulan berkat gol Neymar di menit 45, lalu Paco Alcacer membawa sang raksasa Catalan memimpin 3-1 tepat sebelum jeda.

Tak ada gol tercipta di paruh kedua. Barcelona telah menaklukkan Alaves dalam satu babak.

Setelah takhta La Liga direbut Real Madrid, Barcelona jelas tak mau melewatkan kesempatan meraih trofi di ajang Copa. Selain itu, di laga terakhir ini, Enrique juga ingin menutupnya dengan titel juara, sama seperti perpisahan Josep Guardiola pada tahun 2012 silam.

Di atas kertas, Barcelona lebih diunggulkan atas Alaves yang baru kali ini masuk final. Namun, Alaves bukanlah lawan mudah. Kesuksesan pelatih Mauricio Pellegrino membawa Alaves mengalahkan Barcelona 2-1 di Camp Nou pada jornada 3 dan akhirnya finis peringkat 9 di La Liga adalah acuannya.

Meski demikian, Barcelona berhasil menunjukkan kelas mereka. Meski tanpa Luis Suarez dan Sergi Roberto yang terkena skorsing, Barcelona masih terlalu kuat.

Barcelona mengawali laga dengan cara yang kurang ideal. Baru 11 menit laga berjalan, Enrique sudah terpaksa mengganti Javier Mascherano dengan Andre Gomes. Pasalnya, Mascherano harus ditandu usai terkapar akibat benturan kepala dengan Marcos Llorente.

Sempat dibuat berkeringat dingin oleh Ibai Gomez, yang tendangannya membentur tiang, dan Deyverson gagal menuntaskannya, Barcelona akhirnya membuka skor di menit 30. Diawali permainan kombinasi dengan Neymar, Messi melepas tembakan kaki kiri dari ujung area yang tak mampu dibendung Fernando Pacheco.

Theo Fernandez menyamakan kedudukan dengan tendangan bebas kaki kirinya tiga menit berselang, tapi Barcelona mencetak dua gol di penghujung babak pertama lewat Neymar dan Alcacer. Gol Neymar lahir dari assist Andre Gomes, sedangkan gol Alcacer tercipta berkat assist Messi.

Lima menit babak kedua berjalan, Alcacer nyaris mencetak gol keduanya. Penyelamatan jarak dekat brilian Pacheco menghindarkan Alaves dari kebobolan gol keempat.

Sama seperti di babak pertama, Barcelona kembali mendominasi penguasaan bola. Ini membuat Alaves cukup kesulitan membangun serangan. Keputusan Pellegrino mengganti Edgar Mendez dan Ibai Gomez dengan Ruben Sobrino dan Victor Camarassa untuk meningkatkan kualitas ofensif timnya tak kunjung membuahkan hasil.

Gol Deyverson di menit 71 pun dianulir akibat offside. Alaves jadi semakin frustrasi.

Tak lama berselang, Neymar jatuh di dalam kotak setelah tampak ada kontak fisik dengan Sobrino, tapi wasit tak memberi penalti. Insiden itu memicu protes dan ketegangan, yang membuat wasit memberi kartu kuning kepada Sobrino, Messi dan Andres Iniesta.

Di 10 menit terakhir, Enrique mengganti Ivan Rakitic dengan Aleix Vidal. Setelah absen 105 hari akibat cedera, Vidal kembali ke lapangan.

Sampai habis waktu normal, plus tiga menit injury time, skor tetap tak berubah. Barcelona berhasil mempertahankan gelar mereka. Enrique mempersembahkan satu trofi terakhir di laga perpisahannya.

Tiga musim melatih Barcelona, Enrique telah mempersembahkan sembilan trofi juara, yakni dua La Liga (2014/15, 2015/16), hattrick Copa del Rey (2014/15, 2015/16, 2016/17), satu Liga Champions (2014/15), satu Piala Dunia Antarklub FIFA (2015), satu Piala Super Eropa (2015) dan satu Supercopa de Espana (2016).

Comments

comments